BATAM – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Batam berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat publik, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat. Senin (17/07/2026)
Dalam momentum tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan, membangun harmoni, serta mengembangkan energi positif di tengah masyarakat.
Amsakar mengatakan, semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui upaya bersama dalam menjaga hubungan baik antarsesama anak bangsa.
“Ayo kita maknai 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai sarana bagi kita untuk lebih mempererat persatuan dan kesatuan. Kemudian untuk terus berjaga dan membangun harmoni,” ujar Amsakar.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan energi positif sehingga satu dengan lainnya dapat saling memperkuat. Menurutnya, masyarakat perlu menghindari berkembangnya energi negatif di ruang publik yang dapat memicu rasa saling tidak percaya dan memperlebar jarak di tengah masyarakat.
“Yang lebih penting dari itu bagaimana di antara kita saling mengembangkan energi positif, sehingga satu dengan lainnya saling memperkuat. Jangan sebaliknya justru yang berkembang di ruang publik ini energi yang negatif,” katanya.
Amsakar menilai, energi negatif yang terus berkembang dapat membuat hubungan antarsesama anak bangsa menjadi renggang dan menyebabkan kohesi sosial semakin jauh.
“Ayo kita maknai 81 tahun kemerdekaan Indonesia sebagai ikhtiar kita untuk berkontribusi bagi negeri yang kita cintai,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga mengungkapkan rasa harunya ketika menyaksikan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjalankan tugas dalam upacara.
Ia mengaku tertegun hingga menangis saat melihat prosesi pengibaran bendera hingga laporan terakhir dari pasukan.
“Saya tadi terharu tiba-tiba saja. Saya tertegun menangis ketika pasukan Paskibra itu mengambil bendera dan ketika dia laporan terakhir,” ungkap Amsakar.
Menurutnya, penampilan Paskibraka sangat baik meskipun para anggota menjalani persiapan sekitar 40 hari.
“Saya melihat anak-anak kita ini, sederhana sekali, 40 hari, tapi sudah memberikan penampilan yang sangat perfect. Hampir semuanya berjalan dengan sangat mulus,” ujarnya.
Amsakar turut mengapresiasi penampilan marching band yang mengiringi rangkaian upacara. Ia menyebut penampilan tersebut, termasuk saat membawakan lagu Indonesia Raya, berjalan dengan sangat baik.
Kehadiran para pejabat publik, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta para wali kota dan wakil wali kota sebelumnya, menurut Amsakar, menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan.
“Saya bahagia sekali, dan sekali lagi dari hati yang paling dalam, saya mengucapkan selamat Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” katanya.
Amsakar juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama kurang lebih satu tahun enam bulan masa kepemimpinannya masih terdapat hal-hal yang belum maksimal.
“Saya juga mohon maaf kalau sampai sejauh ini satu tahun enam bulan ini belum memberikan kontribusi maksimal. Tapi saya bertekad untuk memenuhi janji dan komitmen politik saya,” tegasnya. (CV)
Tidak ada komentar