Untuk Mewujudkan Kota Bersih, Pemko Tanjungpinang Akan Membuang Semua TPS Liar

waktu baca 2 menit
Minggu, 14 Des 2025 15:22 0 40 admin

Tanjungpinang, Dinamikaglobaltimes.id 

Komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang dalam merealisasikan slogan berbenah, secara berangsur mulai terwujud. Salah satunya menyangkut kebersihan lingkungan. 

Saat ini, Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan melibatkan unsur Kecamatan, Kelurahan beserta perangkat RT/RW sedang berbenah menertibkan semua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Liar yang ditemui di banyak tempat.

Tak hanya TPS liar. Pemko Tanjungpinang juga terus melakukan sosialisasi untuk membiasakan masyarakat menjaga lingkungan agar tetap bersih pada wilayah pesisir dengan tidak membuang sampah ke laut. Selain itu, disarankan juga agar tetap menjaga lingkungan dan ekosistem pesisir dengan menggalakkan penanaman Mangrove (Bakau) untuk peningkatan kualitas udara. Sesuai penelitian, tanaman Bakau mampu menyerap Carbon 5 kali lebih efektif daripada hutan biasa (Blue Carbon).

Pemko Tanjungpinang juga terus melakukan gotong-royong dan  membersihkan lokasi-lokasi yang masih terlihat kotor dan dipenuhi gulma bersama petugas kebersihan dan perangkat kelurahan,

“Tujuannya, bukan hanya sekedar untuk meraih Adipura.  Tapi untuk terus menumbuhkan kesadaran dan tanggungjawab masyarakat terhadap sampah dan kebersihan lingkungan, “ujar Walikota Tanjungpinang (14/12/2025).

Ditambahkannya, “Pemko juga akan terus menggalakkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Yaitu yang dikelola dari sumbernya. Kita akan terus mendorong aktivitas Bank Sampah. Baik secara kuantitas maupun kualitas tata kelolanya, “tutur Lis.

Masih menurut Lis. Saat ini, terdapat 65 Bank Sampah se-kota Tanjungpinang. Satu diantaranya pernah meraih predikat 3 Bank Sampah Unit (BSU) terbaik di Indonesia. Kita akan mendorong terwujudnya konsep Sikular Ekonomi. Dimana saat ini sampah dapat menjadi bahan baku ekonomi bagi UMKM dan Bank Sampah, “bebernya.

Disisi lain, Kherjuli, ketua LSM ALIM KEPRI menilai, jika  dibandingkan dengan kota lainnya, keberadaan TPS liar di kota Tanjungpinang sudah lebih terkendali. Pemerintah, masyarakat maupun komunitas peduli lingkungan selalu bersama-sama mencegah adanya TPS liar. Terutama setelah libur panjang dan hari besar keagamaan.

“TPS liar bisa muncul setelah libur panjang hari besar keagamaan. Dimana timbunan sampah rumah tangga terjadi peningkatan 10% hingga 15% dari biasanya. Namun, kini sudah lebih baik seiring semakin bertambahnya Bank Sampah ditingkat RW dan Komunitas, “sebut ketua LSM ALIM.

Biasanya, lanjut Kherjuli. Timbunan sampah di kota Tanjungpinang bisa berkisar 90 hingga 95 ton per hari. Kami mendukung komitmen Pemko Tanjungpinang yang akan melenyapkan semua TPS liar yang ada di kota Tanjungpinang. Dan kami menghimbau, agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Terutama pada libur panjang Nataru dan Hari Raya nanti, “imbuhnya.

Masih menurut Kherjuli. Keberadaan TPS liar itu tentu saja berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Justru itu  tak ada kata lain selain Stop TPS liar. Kami dukung Walikota Tanjungpinang, “paparnya. (***).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA