Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, serta Sekda Batam, Firmansyah, memberi arahan kepada ASN Pemko Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (20/5/2026).F/Kominfo Batam BATAM– Struktur birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menghadapi tantangan dengan bertambahnya sejumlah jabatan yang kosong akibat aparatur sipil negara (ASN) memasuki masa purnabakti. Kondisi ini membuat kebutuhan pengisian pejabat definitif semakin mendesak demi menjaga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
Berdasarkan informasi dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, beberapa pejabat resmi mengakhiri masa pengabdiannya pada tahun ini. Di antaranya Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Batam, Zulkarnain, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam, Qurniadi.
Dengan berakhirnya masa tugas kedua pejabat tersebut, jumlah posisi strategis yang belum memiliki pejabat definitif di lingkungan Pemko Batam kembali bertambah.
Sebelumnya, sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama juga masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Jabatan Kepala Inspektorat saat ini masih dijalankan oleh Yusfa Hendri yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Sementara itu, posisi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) masih dipercayakan kepada Suhar sebagai Pelaksana Tugas, di samping tugasnya sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
Tak hanya pada level eselon II, sejumlah jabatan administrator atau eselon III di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) juga hingga kini belum terisi secara permanen.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian karena keberadaan pejabat definitif sangat dibutuhkan untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal serta mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya menyampaikan komitmennya untuk segera mengisi jabatan-jabatan yang kosong. Bahkan, pelantikan pejabat sempat ditargetkan terlaksana sebelum dirinya berangkat menunaikan ibadah haji.
Namun hingga saat ini, proses tersebut masih belum dapat direalisasikan. Menurut Amsakar, pemerintah daerah masih harus menyelesaikan sejumlah persyaratan administrasi serta menunggu proses yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Kelengkapan dokumen dan beberapa proses di pemerintah pusat masih harus diselesaikan sehingga pelantikan belum bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama yang masih kosong. Sementara untuk mutasi maupun promosi jabatan lainnya masih dalam tahap penyusunan oleh tim.
“Jabatan eselon II masih ada yang kosong. Untuk jabatan lainnya masih disusun oleh tim, termasuk jumlah keseluruhan pejabat yang nantinya akan dilantik,” kata Amsakar.
Menurutnya, Sekretaris Daerah Kota Batam telah menyiapkan daftar nama calon pejabat yang akan mengisi sejumlah posisi tersebut. Pemerintah Kota Batam berharap seluruh proses administrasi segera rampung sehingga pelantikan dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Pak Sekda sudah menyusun nama-nama pejabat yang akan dilantik. Mudah-mudahan seluruh proses segera selesai sehingga pelantikan bisa segera dilakukan,” tutupnya.(cv)
Tidak ada komentar