Berita Populer
BATAM — Posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri data center di Asia Tenggara kian diperhitungkan.
Menjawab tantangan tingginya konsumsi energi akibat maraknya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan cloud computing, PT PLN Batam menyatakan kesiapannya untuk menyediakan pasokan listrik yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan.
Kesiapan tersebut dipaparkan langsung oleh Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, saat menjadi pembicara dalam ajang internasional Data Centre World Asia, bagian dari rangkaian Tech Week Singapore 2026 di Sands Expo & Convention Centre, Singapura.
Tampil di Forum Internasional bersama Wamen DiktisaintekDalam forum bertajuk “The Race for Southeast Asia’s Data Halls: Can Indonesia Build the Power, the Rules, and the Talent to Win?”, Kwin Fo hadir mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie.
Diskusi khusus ini diinisiasi oleh Indonesia Data Center Ecosystem Council (IDCEC) untuk menyoroti kesiapan infrastruktur Indonesia dalam memenangkan persaingan industri digital kawasan.
Kwin Fo menekankan bahwa PLN Batam terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi global yang membutuhkan stabilitas daya tinggi.
“PLN Batam berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan industri data center dengan memastikan ketersediaan listrik yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan.
Kami terus mempersiapkan sistem kelistrikan Batam untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di masa depan, termasuk melalui pengembangan kapasitas pembangkitan secara bertahap sesuai dengan pertumbuhan demand,” ujar Kwin Fo.
Daya Tarik Batam: Geografis Strategis dan Status FTZBatam memiliki nilai tawar unggul bagi para investor teknologi global.
Selain kedekatan geografis dengan Singapura, statusnya sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) memberikan kepastian dan kemudahan iklim investasi.
Faktor Keunggulan BatamDampak Bagi Investor Data CenterLokasi GeografisDekat dengan Singapura sebagai hub digital regionalStatus FTZKemudahan regulasi dan insentif perdagangan bebasDukungan KawasanSinergi kuat antara PLN Batam dan BP BatamInfrastruktur EnergiKapasitas kelistrikan yang terus bertambah secara bertahap”Ketika berbicara mengenai pengembangan data center di Indonesia, Batam semakin dikenal oleh investor global.
Kedekatannya dengan Singapura dan posisinya sebagai bagian dari kawasan perdagangan bebas memberikan nilai tambah yang sangat menarik bagi investor, khususnya di sektor teknologi dan AI,” jelasnya.Sinergi lintas instansi juga menjadi faktor penentu.
Kehadiran jajaran pimpinan BP Batam dalam ajang tersebut menegaskan komitmen daerah dalam memberikan kemudahan dan kecepatan proses perizinan investasi.
Solusi Listrik Andal Sekaligus “Hijau”Selain kapasitas daya, aspek keberlanjutan (sustainability) menjadi tuntutan utama industri data center dunia saat ini. Para pelaku industri membutuhkan kepastian pasokan energi ramah lingkungan guna menekan emisi karbon.
Menanggapi hal tersebut, PLN Batam menjalankan strategi ganda: meningkatkan keandalan jaringan sekaligus mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).
“Pertumbuhan data center tidak hanya membutuhkan listrik dalam jumlah besar, tetapi juga membutuhkan listrik yang semakin hijau.
Karena itu, PLN Batam mempersiapkan keduanya secara bersamaan: keandalan sistem kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan industri dan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung agenda keberlanjutan,” pungkas Kwin Fo.
Keikutsertaan PLN Batam dalam gelaran ke-12 Data Centre World Asia ini memperkuat jejaring dengan para pelaku industri, investor, serta pembuat kebijakan global, sekaligus memantapkan posisi Batam sebagai hub data center utama di Asia Tenggara. (CV)
Tidak ada komentar