Delegasi JPRMI Kepri Hadiri Muktamar Nasional, Raih Penghargaan Penggerak Dakwah Kepulauan

waktu baca 3 menit
Selasa, 7 Jul 2026 12:48 0 11 admin

Tanjungpinang, dinamikaglobaltimes.id

Muktamar IV Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) yang berlangsung di Bekasi, Jawa Barat, pada 3–5 Juli 2026 menjadi tonggak penting bagi arah gerakan organisasi untuk periode 2026–2030. Sebanyak 120 pengurus wilayah dan daerah dari seluruh pelosok Indonesia berkumpul dalam forum musyawarah tertinggi ini, termasuk perwakilan resmi dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Mengusung tema “Pemuda Masjid Pilar Generasi Emas Indonesia 2045”, muktamar ini menghasilkan kepemimpinan baru di tingkat pusat. Sohib Iswahyudi, S.Sy., M.H terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat JPRMI, menggantikan Sohib Khadrian Adrima, S.T yang telah menyelesaikan tugas kepemimpinannya periode sebelumnya.

Kepulauan Riau mengirimkan enam delegasi utama yang mewakili pengurus wilayah maupun daerah di bawah naungan PW JPRMI Kepri, yaitu:

1. Dr. Afrizal, S.IP., M.Si – Ketua PW JPRMI Kepri
2. Ramzan, S.IP – Sekretaris PW JPRMI Kepri
3. Ramadhanil Haq A. Hadi, S.IP – Ketua PD JPRMI Tanjungpinang
4. Leni Oktafia, S.Pd – Ketua Korma PD JPRMI Tanjungpinang
5. Imam Hidayat, S.Tr.AB – Ketua PD JPRMI Batam
6. Maswan Amin, S.Sos., M.E – Ketua PD JPRMI Karimun

Ketua PW JPRMI Kepri, Dr. Afrizal, S.IP., M.Si menyampaikan bahwa muktamar bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, melainkan wadah konsolidasi nasional untuk merumuskan strategi nyata memperkuat peran pemuda masjid di tengah dinamika sosial saat ini.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman praktis antarwilayah, serta menyusun langkah bersama agar keberadaan pemuda dan remaja masjid semakin terasa dampaknya bagi masyarakat,” ujar Afrizal saat ditemui awak media di Tanjungpinang, Senin malam (6/7/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan, hasil rumusan muktamar diharapkan menjadi landasan bagi seluruh jajaran pengurus di Kepri untuk terus menghadirkan program yang relevan. Masjid harus dihidupkan sebagai pusat pembinaan karakter, pendidikan, dan ruang kegiatan positif, sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga berdaya saing dan peka terhadap masalah sosial di lingkungannya.

“Kami juga berharap seluruh pengurus di Kepri semakin solid, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, dan lebih aktif menghadirkan kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan pemuda di setiap lingkungan masjid, tambahnya.

Prestasi Khusus untuk Wilayah Kepulauan

Di samping proses musyawarah nasional, muktamar ini juga menjadi ajang pemberian penghargaan JPRMI Award bagi pengurus wilayah dan daerah yang dinilai memiliki kinerja luar biasa. Salah satu penghargaan utama berhasil diraih oleh Ketua PD JPRMI Tanjungpinang, Ramadhanil Haq A. Hadi, S.IP sebagai Pengurus Terbaik kategori Penggerak Dakwah Kepulauan.

Penghargaan ini menjadi pengakuan nasional atas upaya khusus yang dilakukan di wilayah kepulauan, yang memiliki tantangan tersendiri dalam penyebaran dan pengembangan kegiatan dakwah serta pembinaan pemuda antar pulau.

Sementara itu, kategori lain juga diraih oleh berbagai daerah: Pengurus Wilayah Riau meraih penghargaan Sosial Media Teraktif dan Komunitas Muslimah Terbaik, Pengurus Wilayah Sumatera Utara mendapatkan penghargaan Kader Terbanyak dan Kolaborasi Terbaik, serta sejumlah penghargaan lain diserahkan kepada pengurus daerah yang memiliki kinerja menonjol.

 Perbaikan yang dilakukan

1. Judul lebih lengkap dan menarik: Menyoroti dua poin utama berita, kehadiran delegasi dan prestasi yang diraih, sehingga pembaca langsung mendapatkan gambaran inti.
2. Struktur berita lebih sistematis, Mengikuti alur standar jurnalistik, poin utama, latar belakang kegiatan, kepemimpinan baru, daftar delegasi, pernyataan narasumber, bagian khusus penghargaan.
3. Memperkuat bobot narasi: Menambahkan konteks makna penghargaan “Penggerak Dakwah Kepulauan” yang sangat relevan dengan karakteristik wilayah Kepri, sehingga berita lebih memiliki nilai khusus bagi pembaca lokal.
4. Memperjelas fakta dan kronologi: Menyusun kalimat agar lebih padat, menghindari kesalahan penulisan, dan memastikan seluruh informasi yang disampaikan tetap akurat tanpa mengubah isi asli.
5. Nada berita lebih profesional: Sesuai standar berita kegiatan organisasi kemasyarakatan, namun tetap lugas dan mudah dipahami. (***).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA