Wartawan Senior Gindo Pakpahan Meninggal Dunia : Sosok Aktif, Sederhana, dan Penuh Kepedulian Berpulang Selamanya

waktu baca 4 menit
Senin, 25 Mei 2026 08:27 0 171 admin

Tanjungpinang, dinamikaglobaltimes.id 

Kabar duka mendadak mengguncang kalangan jurnalis dan masyarakat di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Minggu pagi, 24 Mei 2026. Wartawan senior yang dikenal luas atas dedikasinya dan keramahannya, Gindo Pakpahan, berpulang ke Rahmatullah di kediamannya di kawasan Batu 3, Jalan MT Haryono, Tanjungpinang, pada usia 57 tahun.

Kepergian sosok yang akrab disapa  Gindo ini terasa begitu mendadak dan mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, hingga beberapa hari sebelum meninggal dunia, almarhum masih terlihat bugar, aktif berinteraksi, dan tampak sehat walafiat dalam kesehariannya. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari keluarga terdekat, almarhum menghembuskan napas terakhir di rumah, dan diketahui memiliki riwayat penyakit jantung yang dideritanya selama ini, meski jarang ia ungkapkan ke publik.

Kabar berpulangnya Gindo semakin terasa menyakitkan mengingat terakhir kali ia bertemu dengan rekan-rekan seprofesi baru tiga hari yang lalu. Saat itu, ia masih terlihat ceria dan bersemangat saat berkumpul di kedai kopi Qahua, kawasan Batu 9, Tanjungpinang.

“Iya, kabar beliau meninggal benar-benar mengejutkan kami. Baru tiga hari lalu kami masih ngumpul di sana, masih sempat berbincang panjang dan bersenda gurau layaknya biasa. Tidak ada tanda-tanda bahwa beliau akan pergi selamanya secepat ini, “ungkap Tigor, ketika ditemui di rumah duka Minggu malam.

Hal senada juga disampaikan Anton Silitonga, salah seorang rekan sejawat yang sejak awal mengenal kiprah almarhum di dunia pers. Menurutnya, pertemuan terakhir dengan Gindo berlangsung sangat wajar dan hangat.

“Sangat benar, kami sama sekali tidak menyangka tiba-tiba mendapat kabar duka ini. Saat terakhir bertemu, beliau sama sekali tidak mengeluhkan sakit apa pun. Bicara seperti biasa, tertawa seperti biasa. Beliau memang sosok yang jarang menunjukkan keluhan fisik kepada orang lain, “kenang Anton, yang diamini oleh rekan wartawan lainnya yang turut hadir melayat.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, meski memiliki riwayat penyakit jantung, Gindo Pakpahan diketahui merupakan sosok yang sangat memperhatikan pola hidup sehat. Sejumlah rekan dekat mengungkapkan bahwa almarhum rutin melakukan olahraga ringan setiap hari. Bahkan, dalam upaya menjaga kesehatannya, Gindo sudah berhenti merokok sejak beberapa tahun terakhir.

“Sudah lama, sekitar beberapa tahun ini beliau tidak merokok sama sekali. Kalau ngumpul di kedai kopi bersama teman-teman, beliau paling hanya pesan teh tanpa gula. Disiplin sekali dia menjaga pola makan dan kebiasaan, mungkin karena sadar akan kondisi kesehatannya, tapi beliau tidak pernah mau membuat orang lain khawatir, “jelas Doni Martin Sianipar, sahabat dekat almarhum.

Lebih dari sekadar nama besar di dunia kewartawanan Tanjungpinang, sosok Gindo dikenal memiliki karakter yang sangat melekat erat dengan nilai-nilai sosial dan keagamaan. Ia tidak hanya aktif meliput berita, tetapi juga aktif menjaga hubungan kekeluargaan baik dalam komunitas wartawan maupun lingkungan masyarakat luas.

Baringin Situmorang, yang merupakan satu jemaat gereja dengan almarhum di HKBP Kampung Baru, menceritakan bahwa Gindo adalah sosok yang taat beribadah dan sangat memegang teguh nilai budaya.

“Beliau sangat rajin menghadiri ibadah mingguan, tidak pernah absen tanpa alasan jelas. Selain itu, beliau juga sangat aktif dan antusias dalam setiap acara adat Batak. Sosoknya itu sederhana, tapi perhatiannya ke sesama itu luar biasa besar. Kehadirannya selalu ditunggu karena membawa suasana hangat, “ujar Baringin dengan nada sedih.

Pantauan tim redaksi di rumah duka memperlihatkan betapa besar rasa kehilangan yang dirasakan banyak pihak. Sejak kabar kepergiannya tersebar, rumah duka tak pernah sepi dari pelayat. Mulai dari keluarga inti, kerabat jauh, jemaat gereja, hingga rekan-rekan sejawat silih berganti datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Terlihat hadir di antara para pelayat, antara lain Anton Silitonga, Baringin Situmorang, Doni Martin Sianipar, Maniur Sihombing, Gading Batubara, Rindu Sianipar, Solihin, Tigor Aritonang, serta puluhan rekan wartawan dari berbagai media dan instansi terkait di Tanjungpinang. Raut wajah sedih dan mata yang berkaca-kaca lantaran  suasana duka, jadi pemandangan yang tak terelakkan saat mereka mengenang sifat ramah dan penuh guyon yang selalu ditunjukkan Gindo Pakpahan.

Almarhum meninggalkan seorang istri tercinta dan empat orang anak, yang terdiri dari satu laki-laki dan tiga perempuan. Keluarga besar mengabarkan bahwa jenazah Gindo Pakpahan rencananya akan dimakamkan pada Selasa sore, 26 Mei 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, di Pemakaman Umum Kristen kawasan Kilometer 16, Tanjungpinang.

Kepergian Gindo Pakpahan bukan hanya kehilangan bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi dunia pers di Tanjungpinang yang kehilangan satu sosok wartawan senior yang berintegritas, bersahabat, dan penuh kepedulian. Jejak perjuangan, kehangatan, dan kebaikan hatinya akan terus dikenang sebagai warisan berharga bagi siapa saja yang pernah mengenalnya.

Selamat jalan, Sobat. Selamat jalan Senior. Semoga segala amal ibadah dan kebaikan yang telah kau torehkan selama hidup diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, segala khilaf dan kesalahanmu diampuni, serta engkau ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. (***).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA