Plafon Hampir Roboh Mengancam Siswa SDN 010 Desa Pengujan, Janji Tertunda, Kecemasan Meningkat

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Jul 2026 16:14 0 111 admin

Bintan, dinamikaglobaltimes.id  

Komitmen negara untuk memprioritaskan pendidikan tercermin dari peningkatan alokasi anggaran setiap tahunnya, yang seharusnya menjamin ketersediaan sarana belajar yang aman dan layak. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Kondisi fisik Sekolah Dasar Negeri (SDN) 010 Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, justru memprihatinkan dan mengancam keselamatan ratusan siswa serta tenaga pendidik di dalamnya.

Hasil penelusuran media ini langsung ke lokasi pada Kamis (30/7/2026), memperlihatkan sebagian besar plafon baik di dalam ruang kelas maupun bangunan penunjang sudah rusak parah, berlubang, dan sebagian struktur terlihat miring seolah siap runtuh sewaktu-waktu. Kondisi ini ternyata sudah berlangsung lama, namun belum mendapatkan penanganan serius dari pihak berwenang.

Kepala Sekolah SDN 010 desa Pengujan, Alim, mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam. Bahkan, ia terpaksa mengambil langkah darurat demi menyelamatkan anak didiknya.

“Bukan sekadar bolong, tapi hampir seluruh bagian plafon sudah dalam kondisi mau roboh. Beberapa waktu lalu Kepala Dinas Pendidikan sempat berkunjung ke sini. Saat itu saya juga sampaikan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang kami terima jumlahnya sangat terbatas dan sama sekali tidak mencukupi untuk perbaikan struktur bangunan yang rusak sedemikian rupa. Beliau hanya menjawab, ‘ya sudah, nanti saya masukkan usulannya, “ungkap Alim menirukan ucapan kadis, ketika  dihubungi lewat telepon.

“Setiap hari saya was-was. Kalau melihat ada bagian plafon yang sudah melorot, saya sendiri yang harus menjoloknya pakai kayu agar tidak jatuh menimpa anak-anak. Saya hanya memohon agar Dinas Pendidikan segera bertindak. Jangan sampai ada korban baru kita bergerak, “tambahnya dengan nada penuh harap namun cemas.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan orang tua murid. Seorang ibu yang sedang menunggu putrinya pulang sekolah mengaku selalu gelisah setiap kali melepas anaknya masuk kelas.

“Setiap hari saya cemas sekali membiarkan anak saya belajar di sana. Yang saya pikirkan, bagaimana jadinya, kalau tiba-tiba ada bagian plafon jatuh dan menimpa mereka. Jadi,  kami berharap pemerintah benar-benar peduli dan segera memperbaikinya, “ujarnya di lokasi sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, upaya media ini meminta tanggapan resmi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Napprion, melalui pesan singkat belum mendapatkan jawaban sama sekali. Padahal, pihaknya diketahui sudah pernah meninjau lokasi namun belum ada tindak lanjut nyata.

Masyarakat mempertanyakan, ke mana sebenarnya peran pengawasan dan pemenuhan fasilitas pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah ? Apakah kunjungan kerja pejabat terkait hanya sebatas seremonial belaka tanpa diikuti langkah perbaikan yang memadai ?

Kondisi ini menguji komitmen Pemerintah Kabupaten Bintan dalam menjamin hak pendidikan yang aman bagi seluruh warga daerah, termasuk mereka yang tinggal di pelosok desa. (Richard).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA