Kepri, Dinamikaglobaltimes.id
Proyek Pengadaan Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumahtangga tahun 2025 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terpantau sangat signifikan. Sesuai data yang dimiliki, nilainya nyaris mencapai setengah miliar rupiah.
Meskipun bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan di lingkungan rumah sakit tersebut, namun anggaran sebesar itu dianggap terlalu berlebihan.
Tertuang di dalam data yang dimiliki, bahwa paket pengadaan itu diberi nama “Belanja Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumah Tangga” Dengan nilai kontrak sebesar Rp495.337.500,-. Sedangkan perusahaan yang ditetapkan sebagai penyedia jasa adalah PT. Adhy Tama.
Tak hanya itu. Paket tersebut juga memiliki Kode, 01JTHVVVC21RWDH9TP8WMTJ. Sedangkan kode RUP nya adalah 58976525.
Untuk mendapatkan keterangan yang lebih akurat, media ini coba melakukan konfirmasi kepada Dr. Bambang, Direktur RSUD Raja Ahmad Thabib Kepri melalui layanan WA ke Ponselnya (16/12/2025). Tapi tak ada jawaban.
Sore harinya, mendadak seorang wanita bernama Mimie menghubungi media ini sembari mengaku suruhan pak Bambang. Mimie saat itu mengatakan, pak Bambang sedang berada di luar kota. Dan Mimie juga mengatakan, kalau dirinya akan memberi penjelasan terkait konfirmasi yang dilayangkan kepada pak Bambang.
“Saya Mimie, pak. Saya disuruh pak Dir menemui bapak, guna menjawab konfirmasi bapak ke pak Dir. Kalau soal anggaran proyek yang bapak tanyakan, itu menyangkut perawatan AC pak. Jadi, biaya sebesar itu, menyangkut banyak jenis perawatan pak, “ujar Mimie berkelit di lantai IV RSUD RAT.
Mimie juga menyebutkan, “pak . . . Ini ada amanah dari pak Dir. Mudah-mudahan bapak mau menerimanya, “ujar Mimie, sembari menyerahkan selembar Map. Tak jelas, apa isi di dalam Map itu.
Disisi lain, celoteh miring pun mulai terdengar terkait besarnya biaya pemeliharaan itu. Sebut saja Hery. Lelaki berkacamata ini tampak terbelalak ketika membaca nominal harga yang tertuang di data yang dimiliki, “wah . . . . Bisa sampai sebanyak ini biaya pemeliharaan di rumahsakit itu. Jangan-jangan setiap tahun sama besaran nominalnya. Artinya, terjadi Copy Paste, “katanya menduga-duga, di seputaran Bintan Centre (15/12/2025).
Proyek Pengadaan ini memang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan serta mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat Provinsi Kepri.
Tapi, anggaran yang digunakan sangat luar biasa. Herannya, nama paket justru tidak ada hubungannya dengan AC yang disebutkan Mimie. Takutnya, terjadi Mark-Up atas biayanya. Selain itu, perlu juga dipertanyakan, tentang biaya tersebut. Apakah sama dengan anggaran perawatan tahun lalu ? Jika sama, berarti, terjadi Copy Paste dari tahun ke tahun.
Untuk itu, diminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH), supaya segera mengaudit semua biaya perawatan di rumah sakit umum RAT Kepri itu. (Richard).
Tidak ada komentar