Lagi, Nelayan Diterkam Buaya Saat Hendak Melaut

waktu baca 3 menit
Jumat, 16 Jan 2026 09:10 0 135 admin

Bintan, Dinamikaglobaltimes.id 

Seorang nelayan warga Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan dilaporkan diterkam buaya pada Jumat dini hari (16/01/2026). 

Korban bernama Imran Bin H. Sanjah (34th) saat itu bermaksud hendak melaut untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarganya. Namun nasib berkata lain. Ketika dirinya turun dari sampan yang biasa membawanya ke laut untuk memperbaiki mesinnya, mendadak diserang seekor Buaya yang telah mengintainya.

Peristiwa itu terjadi tak jauh dari rumahnya. Seperti biasanya, Imran pergi melaut sekitar pukul 03.00 wib (pagi subuh). Namun saat itu apes sedang melanda. Dirinya tiba-tiba diserang seekor Buaya. Tak pelak. Imran pun tak berdaya memberi perlawanan untuk membela diri. Tubuhnya  langsung dibawa ke dasar sungai dan tak muncul sampai beberapa saat. Tak lama kemudian, tubuhnya muncul ke permukaan air dengan tubuh penuh luka serius.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan melaporkan insiden tersebut kepada masyarakat setempat dan kepada aparat desa serta pihak berwenang. Korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Ditemui di lokasi, Izal, kakak kandung almarhum menjelaskan kronologi kejadian itu, “adik saya ini memang setiap hari melaut. Saat itu dia mau memperbaiki mesin sampannya. Tapi tiba-tiba dia diserang Buaya. Sementara situasi di lokasi itu masih sepi, “ujar Izal.

Peristiwa naas itu memicu perhatian dari berbagai pihak. Bahkan, Kepala Desa (Kades) setempat langsung turun ke lokasi. Saat ditemui, pak Lurah  menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Dan mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar lebih waspada saat beraktivitas di perairan yang berpotensi menjadi habitat buaya.

“Beberapa waktu terakhir memang sering terlihat kemunculan buaya di sekitar muara. Kami meminta warga untuk lebih berhati-hati dan tidak melaut sendirian, terutama pada pagi atau sore hari, “ujar ak Lurah.

Mendengar terlalu sering warga menjadi korban keganasan Buaya liar di daerah ini, akhirnya Martin. D, Wadir Humas Lembaga Kelautan dan Perikanan (LKPI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), bersuara dan mendesak pemerintah terkait banyaknya korban keganasan buaya.

“Miris rasanya mendengar warga jadi korban keganasan Buaya di daerah ini. Saya selaku Wadir Humas LKPI Provinsi Kepri dan jajaran pengurus LKPI Provinsi Kepri turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa nelayan warga Tembeling itu. Semoga keluarga yang ditinggalkan kuat dan sabar menghadapinya, “kata Martin di Kilometer 16 Bintan (16/01/2026).

Dan ini, lanjutnya. Kejadian yang entah keberapa kali. Saya rasa hal ini tak boleh dibiarkan. Pemerintah daerah harus cepat menangani permasalahan seperti ini. Jangan hanya bersandar pada aturan peraturan. Parahnya lagi, malah binatang pula yang dilindungi. Sementara korban berjatuhan di sana-sini, “bebernya.

Masih menurut Martin. Belum lagi menyangkut soal pariwisata. Kalau terus menerus terjadi hal seperti ini, tentu saja akan jadi gunjingan. Takutnya, gunjingan itu sampai ke telinga wisatawan. Jika terjadi hal tersebut, tentu saja para wisatawan akan mundur teratur untuk berkunjung ke darah ini. Pasalnya, banyak Buaya berkeliaran dan mengancam keselamatan. Ironisnya lagi, jika kunjungan wisatawan menurun, tentu saja berdampak pada pemasukan kan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Richard).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Screenshot

LAINNYA