Cegah Stunting, Gerakan Aksi Satu Keluarga Satu Kelor di Desa Air Gelubi Kecamatan Bintan Pesisir

waktu baca 4 menit
Jumat, 1 Nov 2024 09:37 0 363 admin

Bintan, Dinamikaglobaltimes.id

Daun Kelor, disebut juga Moringa Oleifera. Tanaman ini sangat baik untuk pemulihan kesehatan ibu hamil dan ibu baru melahirkan. Tak hanya itu. Daun Kelor juga baik buat bayi yang baru lahir.

Kaitan Daun Kelor dengan Desa Air Gelubi. Menurut penjelasan Jumadil aswan, Kepala Desa (Kades) Air Gelubi Kecamatan Bintan Pesisir, bahwa tanaman ini sejak dulu sudah ada di desa Air Gelubi dan di desa lainnya.

Penuturan Jumadil Aswan, Kades Air Gelubi, “Sebelumnya, tanaman ini hanya dikenal sebagai tanaman biasa. Bagi masyarakat kami, Daun Kelor hanya dikonsumsi sebagai sayuran yang biasa dimasak dengan menggunakan santan kelapa, dicampur dengan perancah ikan sebagai makanan tambahan pengganti ikan. Tanpa menyadari khasiat serta manfaat yang terkandung pada Daun Kelor tersebut, “ujarnya di kilometer 18 jalan Nusantara Bintan (27/10/2024).

Tahun 2022 lalu, lanjutnya. Kami baru mulai mengetahui secara keseluruhan tentang manfaat Daun Kelor. Ternyata banyak mengandung manfaat untuk pertumbuhan dan kesehatan. Terutama pertumbuhan bayi. Disamping itu, tanaman ini juga mengandung gizi yang melimpah ruah dan memiliki zat ajaib yang mendorong tumbuh kembang bayi secara spektakuler, “tuturnya.

Masih menurut Iwan, sapaan akrab pak Kades. Jika dimasak dengan benar, secara efektif dapat mencegah gagal tumbuh terhadap anak-anak. Sekaligus dapat menjadi tambahan menu makanan bergizi, “katanya.

Didalam Daun Kelor, memang banyak mengandung gizi dan sumber vitamin hingga mineral lainnya. Sejak mendengar akan manfaatnya, pak Kades pun mulai melakukan kordinasi ke Dinas pertanian. Dalam hal ini bertemu dengan Agus Windoko yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pertanian dan Peternakan di Dinas Peternakan Kabupaten Bintan. Pertemuan itu bersamaan dengan Asun Ani, Camat Bintan Pesisir ketika berkunjung ke Desa Air Gelubi, dalam rangka Peninjauan Hari PKK Desa Air Gelubi di Tanjung Sengkuang.

Setelah melakukan diskusi singkat, Kades Air Gelubi bersama Agus dan Camat menyarankan agar tanaman Kelor ini dapat menjadi suatu terobosan bagi Desa Air Gelubi untuk mengembangkan Budidaya penanaman serta menjadikan tanaman Kelor sebagai tanaman pendukung kesehatan, pertumbuhan dan ekonomi bagi masyarakat desa Air Gelubi, ”jika dilakukan secara masif” Bahkan, dapat membantu perubahan ekonomi berkesinambungan. Terobosan yang diwacanakan bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi atau kelompok lainya. Melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap pertumbuhan dan kesehatan anak-anak dan sejalan dengan program nasional.

Atas saran pendapat dari berbagai pihak, akhirnya Kades Air Gelubi langsung gerak cepat melakukan rapat kecil di internal Pemerintah Desa (Pemdes) Air Gelubi yang dilakukan Kamis 24 Oktober 2024 lalu, di ruang rapat kantor Desa Air Gelubi.

Setelah melalui musyawarah internal, akhirnya diputuskan untuk ditindaklanjuti dengan mempersiapkan tahapan musyawarah serta sosialisasi kepada masyarakat. Hal itu menjadi program utama Desa. Nantinya, akan dituangkan dalam aturan desa sesuai dengan kewenangan lokal serta memperhatikan aturan yang lebih tinggi.

Dari anggaran, dapat dipastikan sangat sesuai dengan peraturan Mendes atau PDT yang dapat diambil dari program ketahanan pangan sesuai standar nasional yaitu 20% dari Dana Desa.

Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak, akibat dari kekurangan gizi dalam waktu lama.

Pada kondisi stunting, anak tumbuh lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya. Dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya, terjadi stunting lantaran asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Karena itu, stunting kerap identik dengan kondisi kemiskinan masyarakat.

“Saya Selaku Kepala Desa Air Gelubi, turut prihatin terhadap angka stunting di Kabupaten Bintan yang masih cukup tinggi. Upaya untuk menekan angka stunting harus dilakukan secara bersama-sama seluruh unsur masyarakat. Keluarga sebagai satuan terkecil memiliki peran sentral dalam menekan angka stunting itu, “kata Kades.

Dijelaskannya. “Banyak potensi yang ada disekitar kita, yang dapat diolah menjadi asupan bergizi bagi ibu hamil dan anak-anak kita. Diantaranya, Daun Kelor. Selain manfaat dan gizinya, tanaman Kelor juga dapat dijadikan sayuran. Jika ditanam sesuai potensi alam desa dengan baik sesuai untuk dijual. Bukan tidak mungkin dapat menambah penghasilan keluarga miskin menengah keatas, “imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, lanjut dia. Tanaman Kelor cukup populer di Indonesia. Bahkan, di Desa Air Gelubi Kecamatan Bintan Pesisir cukup subur untuk ditanami. Namun, Budidaya dan pemanfaatan daun Kelor belum optimal, “bebernya.

Masih menurut Kades. “Dilatarbelakangi manfaat Daun Kelor dan kondisi tanah yang mendukung untuk Budidaya tanaman Kelor, maka kami merencanakan pembuatan Peraturan Desa (Perdes) terkait penanaman Kelor pada tiap-tiap rumah. Serta kepada seluruh kelompok masyarakat. Mulai dari Bumdes, PKK, KWT dan Kelompok Tani lainnya, agar terlibat langsung dalam melestarikan serta menjadikan tanaman Kelor merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Desa Air Gelubi, “paparnya.

“Gerakan penanaman Kelor ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas Gizi dan menekan angka Stunting serta mendukung program pemerintah pemberian pangan gratis pada anak sekolah,
Besar harapan kami agar rencana gerakan penanaman kelor mendapat dukungan dari berbagai pihak dan segera terwujud, “kata Iwan berharap.

Sampai berita ini diunggah, Kades Air Gelubi masih terus melakukan kordinasi dengan Dinas Pertanian Bintan. Khususnya kordinasi kepada Kadis Pertanian (Heny-red) dan Kabid Pertanian, Agus Windoko. (Richard).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Screenshot

LAINNYA