Bisnis Rokok Non Cukai Kian Menggila di Kepri

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Des 2025 08:44 0 59 admin

Kepri, Dinamikaglobaltimes.id 

Bisnis rokok non culai kembali jadi sorotan. Maraknya  peredaran rokok non-cukai di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), khususnya di kota Batam, kini  menimbulkan preseden buruk terhadap institusi yang berwenang menanganinya. 

Sejumlah masyarakat, bahkan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) justru menduga ada kekuatan mafia dibalik peredaran rokok ilegal ini.

Rentetan Rokok non-cukai dari berbagai.merek, terjual bebas di berbagai kios dan toko di seantero Provinsi Kepri. Tentu saja dengan harga yang sangat murah dan bervariasi. Pantauan di lapangan, harga per bungkusnya berkisar 13.000 rupiah hingga 16.000 rupiah. Merek rokok non culai yang terpantau diantaranya : PSG Gold, PSG Red, Morena, HD, T3, OFO dan merek lainnya.

Dampak dari Peredaran rokok non-cukai ini, negara pun dirugikan hingga triliunan rupiah.  Ujung-ujungnya, masyarakat dan  sejumlah organisasi pun terpanggil untuk mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) bertindak dan membasminya. Jangan tunggu disoroti dulu baru seakan-akan melakukan tindakan. Karena, itu pola lama.

Salah seorang diantaranya berseru, “negara tak boleh kalah oleh kejahatan terorganisir. Lewat pemberitaan ini, kami  mendesak pemerintah pusat untuk membentuk tim khusus guna membongkar jaringan mafia rokok ilegal di Kepri sampai ke akar-akarnya. Jangan ketika muncul pemberitaan, baru seolah-olah melakukan tindakan. Karena itu pola lama, “kata Boy geram, di kilometer 16 arah Tanjung Uban (10/12/2025).

Hal senada juga disampaikan seorang pemerhati usaha ilegal di daerah ini. Sebut saja Amir. Pria berambut ikal ini menilai, mengguritanya peredaran rokok ilegal sudah sangat mengkhawatirkan. Apalagi negara telah dirugikan hingga triliunan rupiah,

“Saya perhatikan, peredaran rokok non cukai di daerah kita ini sudah sangat luar biasa. Untuk itu, baiknya APH segera bertindak. Jangan cuma berani menangkap penjual kecil, sementara bos besar dibiarkan. Takutnya, ada setoran mengenyangkan terhadap oknum-oknum dibalik bisnis gelap itu, “bebernya di Batu Sembilan Tanjungpinang (12/12/2025). Walahualam . . . . . ! !  (Richard).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA