Batam Perkuat Sistem Kelistrikan, Swedia Dukung Batam Jadi Pusat Industri dan Data Center

waktu baca 3 menit
Jumat, 17 Jul 2026 14:49 0 2 admin

BATAM – Pemerintah Swedia menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor energi di Batam melalui kunjungan Duta Besar Swedia untuk Indonesia, H.E. Daniel Blockert, ke PT PLN Batam, Kamis (16/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum mempererat kerja sama bilateral sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur kelistrikan yang andal guna menunjang pertumbuhan investasi, industri, dan ekonomi digital di Batam.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Batam-3 dan Batam-4 berkapasitas total 2 x 150 megawatt (MW) antara PT PLN Batam dan PT Dalle Energy Batam. Penandatanganan turut disaksikan perwakilan Danantara Asset Management, BP Batam, Pemerintah Kota Batam, Medco Power Indonesia, serta Siemens Energy Indonesia.

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert, menyebut kerja sama tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi Batam sekaligus mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

Menurutnya, Swedia memandang Indonesia sebagai mitra penting melalui Sweden–Indonesia Sustainability Partnership, yang mendorong pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan berjalan secara seimbang.

Daniel menjelaskan, proyek ini memanfaatkan turbin gas SGT-800 dari Siemens Energy yang diproduksi di Finspång, Swedia. Teknologi tersebut dinilai mampu menjaga keandalan pasokan listrik saat ini sekaligus siap menggunakan bahan bakar rendah emisi, seperti green hydrogen dan green ammonia di masa mendatang.

Ia berharap kolaborasi di bidang energi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan antara Swedia dan Batam terus berkembang. Bahkan, Swedia mengundang PLN Batam untuk menghadiri kunjungan resmi Putri Mahkota Swedia ke Indonesia serta Sweden–Indonesia Sustainability Partnership Conference pada September 2026.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, mengatakan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 300 MW akan memperkuat kesiapan Batam dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat seiring bertambahnya investasi dan aktivitas ekonomi.

Ia menilai pasokan listrik yang andal menjadi fondasi utama dalam menjaga iklim investasi serta mendukung percepatan pembangunan Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.

Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menegaskan pertumbuhan kawasan industri, pusat data (data center), dan ekonomi digital harus diimbangi dengan penguatan sistem kelistrikan secara berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan PLTGU Batam-3 dan Batam-4 menjadi bagian penting dalam menjaga kecukupan daya sekaligus meningkatkan keandalan pasokan listrik di tengah meningkatnya kebutuhan energi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Batam siap menjadi pusat industri, investasi, dan ekonomi digital. PLN Batam akan terus menyediakan fondasi energi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan tersebut,” ujarnya.

Direktur Utama PT Dalle Energy Batam, Imron Gazali, menyatakan proyek tersebut merupakan kelanjutan kemitraan Medco Power melalui Dalle Energy Batam dengan PLN Batam yang telah terjalin lebih dari 20 tahun.

Ia menegaskan pengembangan PLTGU Batam-3 dan Batam-4 merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan energi Batam, meningkatkan keandalan pasokan listrik, serta memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan investasi nasional maupun regional.

Dalam rangkaian kunjungan, Duta Besar Swedia juga meninjau operasional PLTGU Tanjung Uncang berkapasitas 120 MW, termasuk ruang kendali (control room), sebelum melanjutkan kunjungan ke proyek EPC PLTGU di Kabil untuk melihat progres pembangunan PLTGU Batam-1 dan Batam-2 yang masing-masing berkapasitas 150 MW. (CV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA