SIANTAN SELATAN, – Pemerintah Kabupaten Anambas terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengembangkan potensi wisata berbasis konservasi. Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan lapangan Bupati dan Wakil Bupati ke kawasan Hutan Bukit Batu Tabir, untuk menyaksikan secara langsung mekarnya bunga langka dan dilindungi, Rafflesia hasseltii yang berada Kecamatan Siantan Selatan, Minggu (14/6)
Kunjungan yang turut diikuti sejumlah insan pers tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkenalkan kekayaan keanekaragaman hayati daerah kepada masyarakat luas sekaligus mendorong pengembangan sektor ekowisata yang berkelanjutan.
Perjalanan menuju lokasi bunga mekar dilakukan dengan menyusuri jalur hutan tropis Bukit Batu Tabir yang masih alami. Setibanya di lokasi, rombongan disambut pemandangan langka berupa bunga Rafflesia hasseltii yang sedang mekar sempurna dengan ciri khas kelopak berwarna merah bermotif putih yang tumbuh di lantai hutan.
Bupati menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi ekosistem hutan yang masih terjaga sehingga mampu menjadi habitat alami bagi flora langka tersebut.
“Keberadaan Rafflesia hasseltii yang mekar di kawasan ini merupakan anugerah sekaligus kebanggaan bagi daerah. Ini menunjukkan bahwa lingkungan dan ekosistem hutan kita masih terjaga dengan baik. Potensi seperti ini harus terus dilestarikan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Bupati.
Menurutnya, keberadaan bunga langka tersebut tidak hanya memiliki nilai konservasi yang tinggi, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata alam yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar apabila dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga habitat Rafflesia hasseltii agar tetap terlindungi dari berbagai ancaman yang dapat merusak keberlangsungan hidupnya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan ini. Potensi wisata yang dimiliki Bukit Batu Tabir harus dikembangkan dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk rekan-rekan media, kawasan ini dapat menjadi destinasi ekowisata edukatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam,” ungkap Wakil Bupati.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait, kelompok masyarakat, dan pemerhati lingkungan guna memperkuat upaya perlindungan kawasan serta mendukung pengembangan wisata berbasis alam yang ramah lingkungan.
Melalui publikasi yang dilakukan oleh insan pers, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga flora langka yang dilindungi sekaligus mengenal Hutan Bukit Batu Tabir sebagai salah satu aset wisata alam unggulan daerah.
Kegiatan kunjungan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara Bupati, Wakil Bupati, jajaran perangkat daerah, instansi terkait, dan awak media di sekitar lokasi mekarnya Rafflesia hasseltii, sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan kekayaan alam daerah. (Nova)
Tidak ada komentar