Batam, Dinamikaglobaltimes.id – Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (24HAKTPA) dengan tema “Rangkaian Penuh Kasih Sayang” digelar di Kota Batam pada Jumat (28/11) di Aula Sekolah Yos Sudarso. Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur pemerintah, aparat penegak hukum, serta organisasi masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya pencegahan kekerasan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Acara menghadirkan narasumber utama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Ibu Veronika Tan, yang menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan penuh perhatian. Dalam paparannya, Wamen PPPA mengajak seluruh peserta memperkuat edukasi, pengawasan, dan kolaborasi agar kasus kekerasan dapat ditekan secara signifikan.
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini melalui Asisten Administrasi Umum, Ibu Misni, S.Km., M.Si., yang hadir mewakili. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan semua pihak, baik lembaga pemerintah maupun organisasi masyarakat, untuk memperkuat program-program perlindungan perempuan dan anak di Kepri.
Kehadiran Wakapolda Kepri, Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., selaku Ketua Harian Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Provinsi Kepri menambah bobot kegiatan ini. Ia menegaskan komitmen kepolisian dalam melakukan penegakan hukum, meningkatkan patroli siber, serta memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mencegah TPPO dan segala bentuk kekerasan lainnya.
Acara ini juga dihadiri oleh pejabat pemerintah daerah, ASN setempat, serta berbagai organisasi dan komunitas di Batam. Kehadiran mereka menunjukkan semangat kolaboratif dalam memperkuat gerakan anti kekerasan, sekaligus memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.
Melalui tema “Rangkaian Penuh Kasih Sayang”, kampanye 24HAKTPA tahun ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun jejaring kepedulian dan partisipasi aktif dalam melindungi perempuan dan anak, mulai dari tindakan sederhana dalam keluarga hingga kebijakan pada tingkat institusi.
Kegiatan ditutup dengan harapan bahwa kolaborasi yang terjalin akan membawa perubahan nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.
Tidak ada komentar