Gelanggang Gasing Osa Pike di Belakang Padang Resmi Dibuka, Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Melayu

waktu baca 2 menit
Minggu, 5 Apr 2026 06:09 0 14 admin

Batam – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) resmi meresmikan Gelanggang Gasing Osa Pike yang berlokasi di Kecamatan Belakang Padang, Sabtu (4/4/2026).

Fasilitas olahraga tradisional ini memiliki nilai filosofis tinggi karena dibangun secara swadaya di halaman rumah warga. Kehadirannya menjadi simbol nyata kecintaan masyarakat terhadap budaya Melayu, sekaligus ruang berkumpul dan beraktivitas positif bagi generasi muda.

Peresmian gelanggang tersebut menjadi langkah strategis dalam melestarikan permainan tradisional gasing di tengah maraknya permainan digital yang kini mendominasi keseharian anak-anak dan remaja.

Kepala Dispora Kota Batam, Zulkarnain HN., S.S.T, menyampaikan salam dan apresiasi dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha.

“Kolaborasi ini menjadi kunci untuk meraih prestasi sekaligus menjaga kelestarian induk organisasi olahraga (inorga) gasing sebagai olahraga tradisional Melayu yang patut diperkenalkan hingga ke tingkat dunia,” ujarnya.

Zulkarnain juga menambahkan bahwa permainan gasing bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pembentukan karakter bagi generasi muda.

“Bermain gasing melatih fokus, kesabaran, dan sportivitas. Kita ingin anak-anak memahami bahwa permainan ini gampang, asyik, dan menyenangkan,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM), Dato’ Wira Setia Utama YM H. Raja Muhammad Amin, menegaskan bahwa gasing merupakan bagian dari identitas budaya Melayu yang harus terus dijaga.

“Gasing adalah identitas kita sebagai orang Melayu. Perlu upaya bersama untuk memperkenalkan kembali kepada generasi muda agar warisan ini tidak terputus,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin, S.E., M.M, menilai gasing memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis olahraga (sport tourism).

“Jika dikelola dengan baik dan rutin diadakan kompetisi, gasing bisa menjadi kebanggaan daerah sekaligus menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” katanya.

Diresmikannya Gelanggang Gasing Osa Pike, diharapkan permainan tradisional ini kembali populer di lingkungan sekolah dan komunitas pemuda. Sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan organisasi olahraga menjadi kunci dalam menjaga kelestarian budaya Melayu agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Haikal)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA