Bisnis Gelap Jual-Beli Chip HGI Dibalik Usaha Dagang Voucher Pulsa, Kian Menggila di Kota Tanjungpinang

waktu baca 3 menit
Jumat, 28 Nov 2025 03:58 0 978 admin

Tanjungpinang, Dinamikaglobaltimes.id

Praktek jual-beli chip ilegal Higgs Games Island (HGI) tampaknya kian  menggila di kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pelaku bisnis gelap ini, malah lebih berani terang-terangan menjual Chip ilegalnya dengan harga jauh lebih murah, dibanding jalur resmi Aplikasi.

Temuan di lapangan terungkap, fitur transfer Chip dipastikan masih aktif melalui versi luar negeri. Transfer  dilakukan di luar jalur pembelian resmi, yakni melalui aplikasi HGI atau mitra penjualan Chip yang ditunjuk pengelola. Akses terbuka terhadap fitur ini, memicu dugaan ada pembiaran dari pihak pengelola Aplikasi.

“Ini bukan celah teknis biasa. Celah ini bisa ditutup kapan saja. Tapi, justru tidak dilakukan. Inilah  bentuk pembiaran yang diduga kuat ada unsur kesengajaan, “ujar sejumlah sumber.

Sebagai catatan, tahun 2023-2024, Kominfo RI sempat memblokir Higgs Domino Island (HDI), sebelum berganti nama Higgs Game Island (HGI). Diduga kuat, karena disalahgunakan pemain sebagai sarana perjudian lewat jual-beli chip.

Kemudian, agar terhindar dari sanksi, pihak Higgs Games saat itu berjanji akan  menghapus fitur pengiriman Chip dan meningkatkan pengawasan.

Dan fitur kirim (tombol kirim-red) dalam Aplikasi HGI Indonesia pun akhirnya dihapus. Tapi belakangan, justru pengiriman chip bisa dilakukan lagi lewat aplikasi Higgs Domino Island Singapore. Herannya, tak ada tindakan dari pihak pengelola.

Maraknya penjualan, memicu media ini melakukan Investigasi. Dan akhirnya menemukan salah satu agen yang membuka usahanya di seputaran jalan D. I. Panjaitan Kilometer 9 kota Tanjungpinang. Kedai berbentuk kios ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Baik itu pembeli Voucher pulsa maupun pembeli Chip High Games Island (HGI). Pemilik usaha menjual Chip 1B seharga Rp. 58.000,- Sementara, harga resmi Chip di Aplikasi mencapai Rp.125.000,- per 1B.

Sedangkan keuntungan bagi pemain, dapat menjual Chip nya kembali ke agen tempatnya membeli Chip, dengan harga Rp.53.000,- per 1B. Tentu saja agen mendapat keuntungan sebesar Rp.5000,- setiap kali membeli Chip dari pemain. Diperkirakan, frekuensi penjualan Chip dalam sehari di kota Tanjungpinang bisa mencapai  200B.

Kalkulasinya, jika satu agen dengan rata-rata penjualan 200B per hari, tentu saja akan meraup laba sekitar 1 juta rupiah dalam sehari. Dan ini setara dengan 30 juta rupiah dalam sebulan.

Diperkirakan,  jumlah agen serupa di kota Tanjungpinang, mencapai 100 titik. Jika ditotal secara global, keuntungan kolektif para agen ini  mencapai 3 miliar rupiah per bulan.

Herannya, ketersediaan Chip di setiap agen selalu ada. Bahkan, dalam jumlah besar. Padahal, mayoritas pemain justru mengalami kekalahan.

Ujung-ujungnya, muncul dugaan, bahwa Chip diproduksi dan didistribusikan oleh pihak yang memiliki akses ke sistem internal Aplikasi.

“Kalau tidak ada yang menang, dari mana agen bisa mendapatkan Chip sebanyak itu ? “celoteh seorang pemain, Selasa (20/11/2025).

Herannya, ribuan akun penerima Chip ilegal tetap saja aktif tanpa ada tindakan pemblokiran. Padahal secara teknis, deteksi transfer Chip di luar jalur resmi bisa dilakukan otomatis oleh pihak Aplikasi. Fakta ini memperkuat dugaan adanya pembiaran dari pihak pengelola HGI.

Disisi lain, coba ditemui seorang pemain yang menggunakan Chip ilegal. Tapi justru mengaku lebih cepat kalah. Apalagi pada permainan Slot. “Beli chip, main, kalah, terus beli lagi. Begitu terus. Rasanya memang sengaja dibuat seperti itu, “keluh pemain berkacamata yang sering kalah, di salah satu Warkop di bilangan Batu Sembilan Tanjungpinang, Selasa (25/11/2025).

Tak ada pilihan lain. Merasa permainan ini cenderung menyedot modal pemain, akhirnya masyarakat maupun komunitas pemain, mendesak Kementerian Kominfo, Bareskrim Siber Polri, serta Polres Tanjungpinang untuk segera turun tangan mengusut maraknya praktik jual-beli Chip ilegal berkedok counter pulsa ini. (Richard).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA