Miliaran Rupiah Biaya Membangun Street Food Bintan Centre, Namun Kondisinya Kini Memprihatinkan

waktu baca 3 menit
Senin, 14 Apr 2025 06:38 0 259 admin

Tanjungpinang, Dinamikaglobaltimes.id

Kondisi Street food di kawasan Bintan Center Batu Sembilan Tanjungpinang, yang diharapkan bakal menjadi pusat bisnis kuliner di Kecamatan Tanjungpinang Timur, kini telah berubah fungsi. Jangankan pengunjung, badan jalan sebagai Fasilitas Umum (Fasum) yang sempat ditutup, untuk dijadikan areal berjualan dan meja kursi buat pengunjung, kini telah dibuka kembali seperti sediakala. Pengguna jalan raya pun kini bebas melintasinya.

Pusat Jajanan Kuliner yang diberi nama Street Food itu, digagas dan biayai oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang di era kepempimpinan H. Rahma. Anggaran untuk membangun kawasan itu pun mencapai miliaran rupiah. Dan usianya pun baru berkisar setahun lebih. Dibangun menggunakan APBD kota Tanjungpinang TA 2023.

Sejak diresmikan, daya tarik pengunjung mendatangi tempat itu tampaknya tidak sesuai yang diharapkan. Artinya, setiap malam tempat tersebut sepi pengunjung. Ujung-ujungnya, pedagang yang harus membayar mahal sewa tempat berjualan, sering mengeluh. Soalnya, para pedagang rata-rata merasa tak balik modal lantaran sepi. Mau tak mau, kewajiban membayar retribusi menjadi tersendat. Akibatnya, anggaran yang terpakai membangun Street Food itu, tak akan bisa kembali.

Pertanyaannya, siapa yang bertanggungjawab atas anggaran yang terkesan mubazir itu ? Padahal, pasar kuliner itu sempat digadang-gadang bakal mirip dengan pasar yang sama yang ada di negeri orang sana. Tapi kini, deretan gerobak serta pernak-pernik yang dibangun menggunakan uang rakyat itu, tampak terbiar. Jika sudah begini, siapa yang bertanggungjawab ?

Disela kesibukannya melayani konsumen, seorang pedagang yang masih bertahan berjualan di lokasi itu, coba ditemui, guna menanyakan apa yang dirasakannya saat ini. Tak banyak basa-basi, ibu berusia lima puluhan itu langsung menyampaikan Uneg-unegnya,

“Iya . . . Ini usaha saya. Kami disini jual aneka ragam masakan. Tapi sekarang jualan kami ini tak ada lagi yang beli. Ditambah lagi jalan ini sudah dibuka. Pembeli pun semakin tak ada lagi. Padahal, modal untuk jualan ini, kami minjam pak. Sampai sekarang belum bisa terbayar. Jangankan dapat untung, Kembali saja modalnya, kami sangat berterimakasih, “keluhnya sambil meminta agar namanya tidak dipublikasikan.

Terpisah, media ini coba mengkonfirmasi Rusli, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang melalui layanan WA ke ponselnya, (14/04/2025). Guna menanyakan status Street Food Bintan Centre itu. Namun sayang, ditunggu sampai setengah jam, pak Kadis PU itu tak menjawab.

Proyek yang diberi nama Pembangunan Penataan Pedagang Kuliner Kawasan Bintan Center itu, menghabiskan anggaran sebesar Rp.3.164.022.500,00,- Namun, sampai berita ini muncul, kondisinya memang sangat memprihatinkan. Pasalnya, jumlah pedagang yang berjualan di kawasan itu hanya tinggal beberapa orang saja. Sejumlah Gerobak dagangan yang dibiayai Pemerintah Kota Tanjungpinang, kini hanya jadi pajangan.

Tak salah, jika ada media yang menyebutkan, bahwa kebijakan merubah jalan raya menjadi kawasan kuliner, adalah kebijakan Nyeleneh. Buktinya, proyek tersebut kini terbiar. Diminta kepada Aparat Penegak Hukum di daerah ini, segera mengaudit kembali penggunaan anggaran untuk membangun kawasan itu. (Richard).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA