Sejumlah Rumah Dinas Guru di Kecamatan Teluk Bintan Bertahun-tahun Terbiar Kosong dan Lapuk

waktu baca 3 menit
Kamis, 10 Sep 2026 00:48 0 admin
Views: 640

Bintan, dinamikaglobaltimes.id

Pemerintah Kabupaten Bintan telah mengalokasikan anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bernilai miliaran rupiah untuk membangun rumah dinas bagi tenaga pendidik yang mengabdi di sejumlah desa terpencil. Tujuannya mulia, menjamin ketersediaan tempat tinggal yang layak bagi para guru, sekaligus menempatkan bangunan tersebut sebagai aset daerah yang bernilai strategis.

Namun kenyataan di lapangan berbicara lain. Sebagian besar unit rumah dinas yang telah selesai dibangun justru belakangan ini tak dihuni. Bertahun-tahun terbiar kosong tanpa perawatan, bangunan-bangunan itu kini tampak memprihatinkan. Jendela rusak, pintu rusak, atap bocor, dan pekarangan ditumbuhi rumput liar.

Salah satu bangunan yang berada di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, menyisakan pemandangan mengenaskan. Saat tim jurnalis meninjau lokasi, bangunan tersebut tampak sepi dan menyeramkan. Kaca jendela pecah dan jejak kerusakan terlihat di hampir setiap sudut dinding. Kondisi serupa ditemukan di Desa Penaga, kecamatan yang sama, rumah dinas berdiri tegak namun mati suri, tak ada penghuni, tak ada perawatan.

Mubazir, Uang Negara Terbuang Sia-sia

Kondisi bangunan yang semakin terlantar tak luput dari pandangan warga yang setiap hari melintas di sekitarnya. Maryati, warga yang kerap mengantar anaknya ke sekolah tak jauh dari lokasi, menyampaikan rasa sayangnya.

“Sayang sekali bangunan itu, Mas. Dibangun kok dibiarkan begitu saja sampai rusak. Padahal masih banyak warga di sini yang belum punya rumah. Mengapa tidak dimanfaatkan saja ? Bukankah lebih berguna jika ditempati, daripada dibiarkan kosong dan hancur ?” ucap Maryati saat ditemui di depan sekolah.

Hal serupa disampaikan warga lainnya yang berprofesi sebagai pedagang keliling. Ia menuding pembiaran bangunan tersebut sebagai bentuk pemborosan uang rakyat.

“Di Desa Penaga juga ada persis seperti ini. Dibangun untuk rumah dinas guru, tapi tak pernah dihuni. Uang negara itu bukan sedikit, kok dibiarkan sia-sia sampai bertahun-tahun ? Kalau memang tidak terpakai, mengapa tidak diserahkan kepada warga yang membutuhkan tempat tinggal secara cuma-cuma ? Itu jauh lebih bermanfaat, “katanya tegas.

Kepala Dinas Pendidikan Tak Merespons

Upaya media ini menelusuri kejelasan terkait persoalan tersebut menemui jalan buntu. Tim mengirimkan pesan melalui layanan pesan tertulis kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Nafriyon, S.STP, Rabu (09/09/2026) guna menanyakan alasan bangunan tak ditempati, mekanisme penempatannya, serta anggaran perawatan yang dialokasikan. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada jawaban yang diterima.

Anggaran Perawatan di Tangan OPD Terkait

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Bintan dari Komisi II yang membidangi aset daerah, Soeprapto, memberikan penjelasan terkait pembagian wewenang pengelolaan aset daerah.

“Pengelolaan aset daerah melibatkan dua pihak, DPKAD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Contohnya, Puskesmas Pembantu berada di bawah Dinas Kesehatan, termasuk anggaran perawatannya. Begitu juga rumah dinas guru, pengelolaan dan anggaran perawatannya berada di Dinas Pendidikan, “ungkap Soeprapto, yang akrab disapa Prapto, saat dikonfirmasi (09/09/2026).

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pengawasan teknis terkait rumah dinas guru sejatinya masuk dalam lingkup Komisi III DPRD Bintan, bukan Komisi II.

“Jadi jika ingin menanyakan soal pemanfaatan maupun pemeliharaan rumah dinas guru, arahnya ke Dinas Pendidikan dan ke Komisi III. Karena anggaran operasional dan perawatannya memang di sana, “jelasnya.

Pertanyaan Besar, Siapa Bertanggung Jawab?

Fakta bahwa bangunan yang dibangun dengan dana rakyat dibiarkan rusak tanpa penghuni menimbulkan sejumlah pertanyaan mendasar. Mengapa rumah dinas yang telah siap huni tidak ditempati guru ? Apakah ada kebijakan penempatan yang tidak berjalan ? Bagaimana pengawasan aset daerah yang bernilai miliaran rupiah ini ? Dan di mana pertanggungjawaban anggaran perawatan yang seharusnya tersedia setiap tahun ?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Kabupaten Bintan terkait nasib rumah dinas yang terlantar di Desa Pengujan dan Desa Penaga tersebut. Tim jurnalis akan terus menelusuri jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini demi kepentingan publik. (Richard).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA