Dikritik soal Foto Tanpa Helm, Bupati Aneng Pilih Introspeksi dan Evaluasi

waktu baca 2 menit
Minggu, 21 Jun 2026 02:52 0 16 admin

ANAMBAS – Bupati Kepulauan Anambas, Dato’ Aneng, memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait beredarnya foto yang memperlihatkan dirinya bersama rombongan mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm saat mendampingi kunjungan dai nasional, Ustadz Das’ad Latif, di Tarempa. (19/6/2026)

Menurut Bupati Aneng, peristiwa tersebut terjadi dalam rangkaian kegiatan penyambutan Ustadz Das’ad Latif yang diawali dengan prosesi adat Melayu oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Kepulauan Anambas. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, instansi vertikal, perangkat daerah, tokoh masyarakat, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

“Setelah prosesi penyambutan, kami bersama rombongan berjalan kaki menuju Rumah Dinas Bupati untuk bersilaturahmi dan sarapan pagi. Dalam diskusi mengenai pelaksanaan Tabligh Akbar, muncul keinginan untuk melihat langsung lokasi kegiatan guna memastikan seluruh persiapan berjalan baik,” ujar Aneng.

Ia menjelaskan, lokasi yang ditinjau berada tidak jauh dari kawasan penginapan Ustadz Das’ad Latif, dengan jarak sekitar satu kilometer. Dalam situasi yang berlangsung spontan tersebut, dirinya bersama beberapa anggota rombongan menuju lokasi menggunakan sepeda motor tanpa sempat mengenakan helm.

“Saat itu kami masih mengenakan peci dan atribut yang digunakan dalam prosesi penyambutan adat. Namun saya menyadari bahwa hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan aturan keselamatan berlalu lintas,” katanya.

Bupati Aneng menegaskan bahwa keselamatan berkendara merupakan hal yang sangat penting dan wajib menjadi perhatian semua pihak, termasuk dirinya sebagai kepala daerah.

“Atas kelalaian yang terjadi, saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kepulauan Anambas. Kritik dan masukan yang disampaikan masyarakat menjadi pengingat bagi saya dan jajaran pemerintah daerah untuk selalu memberikan contoh yang baik dalam mematuhi aturan,” ungkapnya.

Aneng menambahkan, kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan seluruh kegiatan pemerintahan tetap memperhatikan aspek keselamatan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian dan kepedulian, serta kepada pihak kepolisian dan seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan dan penyelenggaraan Tabligh Akbar sehingga kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

“Kami akan terus terbuka terhadap kritik dan saran yang konstruktif. Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” tutup Aneng. (Nopi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA