Webinar Speak Justice Jadi Ruang Anak Muda Anambas Suarakan Masa Depan Demokrasi

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Jun 2026 16:17 0 29 admin

Anambas,   – Generasi muda Kabupaten Kepulauan Anambas menunjukkan komitmennya dalam memperkuat demokrasi lokal melalui kegiatan Webinar dan Diseminasi Publik bertajuk “Konsolidasi Generasi Muda terhadap Pemetaan Demokrasi Kabupaten Kepulauan Anambas” yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (4/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Speak Justice: Civic Education yang diinisiasi oleh Institute Hijau Indonesia bekerja sama dengan TIFA Foundation, CIVICUS, serta Ikatan Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Anambas Pekanbaru (IMKKA-PKU).

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring di Pekanbaru dan daring melalui Zoom Meeting. Webinar ini menjadi wadah penyampaian hasil pemetaan demokrasi yang sebelumnya dilakukan melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD) bersama generasi muda Kabupaten Kepulauan Anambas.

Secara langsung, kegiatan dihadiri oleh fasilitator pemetaan demokrasi, pengurus dan anggota IMKKA-PKU, serta delegasi dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Riau-Kepulauan Riau. Sementara itu, peserta daring berasal dari berbagai kalangan, mulai dari media lokal, Program Suara Pulau yang diinisiasi Anambas Foundation, Badan Eksekutif Mahasiswa STAI Paduka Anambas, organisasi kepemudaan, pelajar, hingga mahasiswa Anambas yang berada di berbagai daerah.

Dalam pemaparan hasil FGD, fasilitator menyampaikan bahwa generasi muda Anambas masih memiliki kepedulian tinggi terhadap berbagai persoalan daerah. Namun, kepedulian tersebut dinilai masih berjalan secara parsial dan belum terhubung dalam ruang kolektif yang mampu memperkuat partisipasi mereka dalam demokrasi lokal.

Hasil pemetaan juga mengidentifikasi sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama. Di antaranya lemahnya konsolidasi generasi muda, terbatasnya ruang aspirasi yang berkelanjutan, pengaruh relasi sosial terhadap keberanian menyampaikan kritik, terbatasnya ekosistem informasi publik yang mendorong diskusi kritis, serta munculnya sikap pesimis akibat minimnya tindak lanjut terhadap aspirasi masyarakat.

Selain memaparkan hasil pemetaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran dokumen Policy Recommendation yang disusun berdasarkan hasil diskusi dan pengalaman generasi muda dalam membaca kondisi demokrasi lokal di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dokumen tersebut memuat sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat ruang partisipasi publik, pendidikan demokrasi, literasi publik, serta kolaborasi antara generasi muda, media, masyarakat sipil, akademisi, dan pemerintah daerah.

Diskusi publik yang berlangsung turut menghadirkan berbagai perspektif dari organisasi kepemudaan, alumni gerakan mahasiswa, media lokal, dan unsur pemerintah daerah. Para narasumber menekankan pentingnya membangun ruang dialog yang lebih inklusif, memperkuat partisipasi generasi muda, serta menciptakan kolaborasi lintas sektor guna menjaga kualitas demokrasi lokal.

Melalui kegiatan ini, para peserta berharap hasil pemetaan demokrasi tidak berhenti sebagai dokumen semata, melainkan menjadi langkah awal untuk memperkuat konsolidasi generasi muda dan membangun ruang demokrasi yang lebih partisipatif, inklusif, serta berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Program Speak Justice: Civic Education sendiri merupakan bagian dari upaya penguatan pendidikan kewargaan dan partisipasi publik yang menempatkan generasi muda sebagai aktor penting dalam pembangunan demokrasi di tingkat lokal.(Nova)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA