Budaya Anambas Mendunia, Wisatawan Denmark Belajar Redat dan Baju Kurung Melayu

waktu baca 2 menit
Rabu, 3 Jun 2026 21:29 0 53 admin

Anambas – Camat Siantan, Syamsir, S.AP, yang juga menjabat sebagai Ketua Sanggar Redat Sri Tanjung, melatih puluhan wisatawan asal Denmark untuk mempelajari seni budaya Melayu berupa gendang Redat dan tari Redat di Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (3/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 17 wisatawan mengikuti pelatihan budaya secara bergantian. Mereka belajar memainkan gendang Redat, menarikan tari Redat, hingga mengenakan pakaian tradisional Melayu berupa baju kurung.

Syamsir menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan para wisatawan yang telah menunjukkan minat besar untuk mengenal dan mempelajari budaya lokal Anambas.

Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan wisatawan dari Denmark yang datang untuk mempelajari budaya lokal kita. Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Anambas,” ujar Syamsir.

Menurutnya, gendang Redat dan tari Redat merupakan warisan budaya Melayu yang harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman.

Gendang Redat dan tari Redat merupakan budaya lokal yang harus tetap dilestarikan. Melalui kegiatan seperti ini, budaya kita semakin dikenal oleh masyarakat internasional,” katanya.

Sementara itu, para wisatawan mengaku sangat senang dapat berkunjung ke Anambas dan merasakan langsung pengalaman mempelajari budaya Melayu. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, mulai dari memainkan alat musik tradisional, menari, hingga mengenakan pakaian adat Melayu.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk promosi budaya dan pariwisata Kabupaten Kepulauan Anambas kepada wisatawan mancanegara, sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Melayu yang masih terjaga hingga saat ini. (Nova)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA