Secara Serempak, Pelaksanaan MBG di Seluruh Indonesi Dimulai 8 Januari 2026, Sesuai SE Badan Gizi Nasional

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Jan 2026 01:09 0 52 admin

Tanjungpinang, Dinamikaglobaltimes.id

Untuk tahun ini, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia dimulai tanggal 8 Januari  2026. Sesuai dengan Surat Edaran Badan Gizi Nasional, dengan nomor 009/SPPGAIRRAJA/I/2026.

Pemberitaan yang muncul akhir-akhir ini menyangkut Sekolah Dasar (SD) Negeri 003 Tanjungpinang Timur yang tak mendapatkan MBG selama tiga hari, yaitu tanggal 5 hingga 7 Januari 2026, ternyata hanya kesalahpahaman. Padahal, pihak sekolah telah menyebarluaskan SE tersebut melalui group WhatsApp sekolah. Tapi masih muncul penjelasan dari orang tua seperti pemberitaan itu.

Seperti yang disampaikan Kepala  Sekolah Dasar Negeri (SDN) 003, Sulastri, S.Pd.SD kepada media ini ketika dikonfirmasi. Menurut Sulastri, penundaan MBG itu Berdasarkan Surat Edaran Badan Gizi Nasional, dengan nomor 009SPPGAIRRAJA/I/2026. Surat Edaran itu sampai ke sekolah mereka tanggal 3 Januari 2026.

“Hal itu terjadi berdasarkan Surat Edaran Badan Gizi Nasional yang sampai kepada kami pak. Dan tanggal 8 Januari 2026 kembali seperti semula, “ujar Sulastri di ruang kerjanya (12/01/2026).

Sebenarnya, lanjut Sulastri. Kami sudah memberitahukan perubahan MBG itu kepada para orang tua siswa melalui group WhatsApp. Tapi mungkin banyak yang tidak membacanya, “tuturnya.

Terpisah, Penjelasan Sulastri diamini salah seorang pengelola Dapur MBG. Menurutnya, penyaluran kembali MBG ke setiap sekolah dimulai tanggal 8 Januari 2028, “terus terang kami kaget membaca berita itu pak. Pastinya, kami tidak akan berani menghentikan penyaluran MBG ke sekolah. Jadi, berdasarkan SE itulah terhenti penyalurannya. Tapi sekarang sudah normal kembali, “beber pria yang mengaku salah satu pengelola Dapur MBG di wilayah Tanjungpinang Timur, di pusaran Bintan Center Tanjungpinang (14/01/2026).

Kami berharap, lanjutnya. Munculnya pemberitaan ini sebagai klarifikasi terkait pemberitaan tersebut. Mudah-mudahan ke depannya tidak ada asumsi negatif terkait penyaluran MBG ke sekolah, “harapnya. (Richard).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA