Dampak Kebijakan Menkeu, di Tanjungpinang Harga Sembako Melejit, Ibu Rumahtangga Menjerit

waktu baca 2 menit
Kamis, 11 Des 2025 07:38 0 86 admin

Tanjungpinang, Dinamikaglobaltimes.id 

Kota Tanjungpinang merupakan salah satu kota yang berada di Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Untuk memenuhi kebutuhan Sembilan Bahan Pokok (Sembako), biasanya masuk melalui jalur laut. Kebiasaan ini pun telah berlangsung ratusan tahun. 

Tapi, belakangan masyarakat yang tinggal di kota Segantang Lada ini terbelalak dengan melejitnya semua harga kebutuhan pokok. Membuat para ibu rumahtangga terpekik. Pasalnya, harga yang melambung tinggi itu dianggap sangat tidak wajar.

Sejumlah harga kebutuhan pokok  dilaporkan mengalami lonjakan signifikan dalam dua pekan terakhir. Kenaikan ini disebut-sebut sebagai dampak dari kebijakan fiskal terbaru yang dikeluarkan Kementerian Keuangan. Sehingga, memicu keluhan dari masyarakat luas.  Terutama para ibu rumahtangga yang merasakan langsung beban biaya hidup sehari-hari.

Di sejumlah pasar tradisional, harga Beras, Gula, Cabai, dan Telur tercatat meningkat bervariasi. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beras medium naik hingga belasan persen, sementara komoditas lain seperti Cabai dan Telur juga mengikuti tren serupa.

Para pedagang menyebut kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya biaya distribusi serta penyesuaian pada rantai pasok akibat kebijakan baru itu, Ditambah lagi dengan aktivitas bongkar muat di pelabuhan rakyat juga terhenti. Membuat bahan pokok yang biasa lancar, kini tersendat, “perubahan harga Sembako ini, sejak kebijakan baru itu diberlakukan bang. Harga barang dari distributor ikut naik. Kami pedagang juga terpaksa menyesuaikan agar tidak merugi, “ujar seorang pedagang di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang (09/12/1024).

Kondisi ini menimbulkan keresahan. Terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah. Beberapa ibu rumahtangga mengaku harus mengatur ulang anggaran dapur dan mengurangi pembelian bahan makanan tertentu, “biasanya uang belanja cukup untuk satu minggu. Tapi sekarang, tiga–empat hari sudah habis. Harga kebutuhan dapur semua naik, “keluh ibu Murni usai belanja di pasar Bintan Centre Batu 9 Tanjungpinang (10/12/2025).

Sayangnya, ketika ibu Riani, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Tanjungpinang diminta tanggapannya melalui layanan WA ke Ponsel nya (11/12/1025),  malah tak merespon. Padahal, yang diminta hanya tanggapan. Weleh-weleh. . . . ! !

Meski demikian, masyarakat tetap berharap, agar pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah konkret supaya kenaikan ini tidak berkepanjangan. Dan perputaran roda perekonomian rumahtangga pun dapat normal kembali.  (Richard).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA